Fakta Menarik Crop Circle

25 Jan

“The crop circle phenomena are not just ordinary accidents of nature in the countryside, but may -indeed probably do- have serious implications for us all in terms of what may lie behind them.”

Michael Green, Archaeologist, Architectural Historian, dan pendiri Centre of Crop Circle Studies.

Crop circle tampaknya telah menjadi trending topics  saat ini di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya penampakan crop circle di daerah Sleman dan Bantul, D.I. Yogyakarta. Mungkin orang-orang di Indonesia jarang melihat fenomena seperti ini. Sehingga kemunculan crop circle menjadi pemberitaan yang sangat menghebohkan bagi semua media di Indonesia.

Fenomena crop circle mulai mendapat sorotan publik pada awal 1970-an di selatan Inggris. Sebelum itu, ada laporan-laporan penampakan pola crop circle di Australia, Amerika Serikat, dan negara Eropa lainnya. Pada masa lalu orang menduga kemunculan crop circle ini disebabkan oleh kondisi iklim seperti angin puyuh, tornado, kilat, ulah hewan, kesalahan penggunaan pestisida, hingga praktek ritual sekte-sekte kepercayaan tertentu. Hampir semua jenis ladang bisa mengalami fenomena crop circle ini. Mulai dari ladang gandum, jagung, kentang, kacang, kapas, padi, rumput, pepohonan bahkan di atas gunung salju setinggi 13.000 meter dan pasir.

Pada masa 1970-1980-an, formasi crop circle yang ditemukan masih berbentuk lingkaran sederhana, lalu seiring dengan berjalannya waktu bentuknya menjadi bertambah rumit. Dari formasi satu lingkaran menjadi dua lingkaran, tiga lingkaran. Pada tahun 1990-an pola garis lurus mulai muncul, dan ukurannya pun makin bertambah besar dan kompleks. Dari diameter 5 meter berkembang ke pola-pola kompleks dengan diameter 250 meter, bahkan lebih. Arah tekukan tanaman pun beragam, mulai dari searah jarum jam, berlawanan denganarah jarum jam bahkan saling bersilangan. Dari segi tema desain pun beragam. Ada yang bertemakan sistem tata surya, pola fraktal, dan bentuk-bentuk persamaan matematis serta geometri kuno.

Dari sekian banyaknya penemuan fenomena crop circle di berbagai penjuru dunia, para ahli mengumpulkan data, mempelajarinya,  dan menemukan fakta-fakta serta kesamaan karakteristik dalam pola tersebut :

  • Di ladang apa biasanya crop circle muncul?

Selama ini laporan menunjukkan crop circle banyak terjadi di ladang gandum. Tapi crop circle muncul juga di ladang jagung, oats, kanola, tebu, rumput, padi, pepohonan, bahkan salju dan pasir seperti yang terjadi di Rusia, puncak salju Afghanistan, dan gurun pasir di Mesir.

  • Di mana crop circle muncul?

Crop circle sudah muncul di seluruh benua dan lebih dari 70 negara. Yang paling sering di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Brasil, Rusia, India, Jerman, dan Afrika Selatan.

  • Perubahan fisik pada tanaman dan tanah.

Tidak hanya penampilan fisik tanaman yang berubah tepi juga sampai tingkat molekuler, misalnya pembesaran rongga sel, pelebaran rongga pada batang, dan perpanjangan pucuk. Komposisi tanah pun berubah, misalnya tingkat magnetisme yang menigkat drastis. Seorang ahli mineral Sampath Iyengar dari Laboratorium Teknologi Material mempelajari derajat kristalinitas tanah di area crop circle menggunakan sinar X dan mikroskop elektron, dan menemukan bahwa untuk membentuk kristalinitas seperti itu diperlukan temperatur 1500-1800 derajat  Fahrenheit yang seharusnya merusak tanaman tersebut. Namun ternyata tanaman di area crop circle ternyata hidup dan menghasilkan.

  • Adanya laporan peningkatan hasil panen.

Beberapa petani melaporkan peningkatan hasil panen mereka setelah muncul crop circle di ladang mereka. Peningkatan panennya meningkat kira-kira 30-40 %.

  • Berpusar ke berbagai arah

Selain adanya laporan bahwa pusaran tanaman hanya berpusar ke satu arah (searah jarum jam atau sebaliknya), laporan-laporan terakhir juga menunjukkan pusaran arah tanaman yang saling bersilang bahkan acak.

  • Fenomena gangguan pada peralatan

Banyak laporan yang mengatakan gangguan, anomali, bahkan malfungsi peralatan-peralatan elektronik, mekanik, mesin di area terbentuknya crop circle. Tampaknya ada semacam medan gelombang elektromagnetik yang kuat di lokasi itu.

  • Pembengkokan unik pada tanaman

Tanaman dikenal akan membengkok mengikuti sinar matahari (efek phototropisme), namun pada kasus crop circle ini pembentukannya tidak selalu demikian dan ada kesamaan derajat pembengkokan untuk semua pucuknya. Jadi bila seseorang ingin membuat crop circle ini harus membengkokkan ribuan batang tanaman itu satu persatu.

  • Aspek Geofisika

Pola crop circle sering terjadi di area sekitar sumber air bawah tanah atau artesis. Para ahli menduga ini ada hubungannya dengan sifat air sebagai penyalur arus elektromagnetik yang baik.

  • Hukum Geometri

Para ahli menemukan banyak informasi geometris dalam pola-pola simbolis crop circle, seperti rasio phi, dan rasio Fibonnacci, serta rasio-rasio lain yang menentukan ukuran dan skala pola yang dimaksud.

  • Efek samping pada tubuh manusia

Banyak orang melaporkan efek samping yang dirasakan pada saat dan setelah mengunjungi area crop circle. Mulai dari pusing dan mual, sakit kepala, pegal-pegal, gangguan siklus menstruasi, hingga gejala yang agak berat seperti pingsan.

  • Kesejajaran dengan lereng alami tanah.

Ini mungkin tidak tampak jelas dari permukaan tanah, tapi dari fotografi udara bahwa pola crop circle seringkali mengikuti pola alamiah kemiringan lereng atau tanjakan tanah atau juga pola irigasi sehingga memberi efek visual yang baik atau efek tiga dimensi. Ini akan sulit ditiru oleh manusia, terutama bila pembuatannya di malam hari yang gelap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: