Minuman Berenergi Bahaya untuk Remaja

23 Feb

Minuman energi yang diiklankan akan menambah tenaga, konsentrasi, dan daya tahan tubuh ternyata bukan hanya memikat orang dewasa, melainkan juga anak-anak dan remaja. Padahal, untuk mereka, minuman energi bisa berbahaya.

Potensi bahaya terutama berasal dari tingginya jumlah kafein atau bahan-bahan lain yang serupa di dalam produk minuman berenergi. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatric menyebutkan efek samping minuman energi untuk anak dan remaja bisa berupa meningkatnya detak jantung, kejang, stroke, halusinasi, bahkan kematian.

Penelitian yang dilakukan tim dari sekolah kedokteran Universitas Miami ini menganalisis data yang berasal dari laporan pemerintah dan kelompok pemerhati, literatur ilmiah, laporan kasus, dan artikel di media.

Dakota Sailor (18), pelajar di SMA di Carl Junction, merupakan salah satu korban dari minuman energi. Ia mengalami kejang-kejang dan dirawat selama 5 hari di rumah sakit tahun 2010 setelah menenggak sebuah minuman energi. Menurut dokter, kafein atau bahan serupa kafein menjadi biang keladinya.

Pada minuman energi yang ada di pasaran, kandungan yang paling mendominasi adalah kafein dan taurine. Kandungan kafein dalam satu kaleng minuman ini bahkan lima kali lebih banyak dibanding dalam minuman soda. Padahal, tak sedikit para remaja yang mengonsumsi 4-5 kaleng minuman energi setiap hari.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan dalam minuman energi bisa meningkatkan efek kafein dan kerap menimbulkan efek samping mual dan diare. Karena itu, para peneliti menyarankan agar minuman energi juga dilarang untuk anak dan remaja, seperti halnya alkohol, obat resep, dan tembakau.

Sebelumnya, Food and Drug Administration Amerika mengeluarkan peringatan kepada para produsen minuman karena memasukkan alkohol dan kafein dalam produk mereka. Apalagi ada laporan campuran alkohol dan kafein bisa berbahaya.

Menanggapi penelitian tersebut, Maureen Storey, Wakil Presiden Senior American Bevarage Association mengatakan, informasi yang disampaikan dalam riset itu banyak yang keliru.

Ia mengatakan, banyak produk minuman energi yang kandungan kafeinnya lebih sedikit dari kopi yang dijual di gerai kopi. Lagi pula, menurutnya, kandungan kafein sudah tercantum di dalam label kemasan. “Kafein adalah kandungan yang aman. Namun, untuk mereka yang sensitif sebaiknya periksa label kemasan,” katanya.

Saat ini publik mengharapkan laporan penelitian yang dilakukan American Academy of Pediatrics mengenai studi klinis seputar keamanan minuman energi untuk anak dan remaja. (kompas.com)

4 Tanggapan to “Minuman Berenergi Bahaya untuk Remaja”

  1. renungan 23 Februari 2011 pada 12:43 PM #

    Lebih baik minum air putih biar ginjal tidak sakit..

  2. Info Kesehatan Keluarga 15 Juni 2011 pada 8:38 PM #

    Blog yg bagus.
    Saya izin copas gambarnya ya, untuk tulisan di website saya. Nanti gambarnya saya link ke alamat blog ini kok.
    Terimakasih ya.

    Kalau sempat, berkunjunglah ke web saya di: http://agungfarma.com/

    Kalau bisa kita tukaran link juga.

  3. Muhammad Lukman 24 Oktober 2011 pada 4:41 PM #

    terima kasih

Trackbacks/Pingbacks

  1. Apakah Perlu Minum Minuman Ber-Energi? | Info Kesehatan Keluarga - 12 Juni 2011

    […] gambar: di sini Posted under Uncategorized Comments […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: