Tag Archives: kafein

Lima Alasan Jangan Musuhi Kopi

8 Mar

Bagi pencinta kopi, minuman ini adalah pendongkrak energi. Tak mengherankan jika mereka bisa minum lebih dari satu cangkir kopi sehari.

Jika Anda mengetahui cara minum kopi yang baik dan bisa mengendalikan asupan kopi setiap harinya, minuman ini memang bisa memberikan dampak positif bagi tubuh. Antara lain:

1. Melindungi jantung.

Peminum kopi yang mengonsumsi 1-2 cangkir kopi hitam per hari memiliki risiko terkena stroke lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Hal ini disebabkan oleh adanya antioksidan yang terkandung dalam kopi.

Kopi memiliki antioksidan lebih banyak dibandingkan blueberry. Antioksidan yang terkandung di dalamnya membantu menahan efek buruk dari peradangan pada arteri. Sesaat setelah meminumnya, kopi meningkatkan tekanan pada darah dan denyut jantung. Namun setelah beberapa lama, kopi justru menurunkan tekanan darah, karena antioksidan pada kopi mengaktifkan asam nitrat pada tubuh sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah.

2. Mencegah diabetes

Antioksidan kopi, khususnya asam klorogenat dan guinides, memainkan peranan untuk meningkatkan sel tubuh terhadap insulin yang membantu mengatur gula darah. Faktanya, orang yang minum kopi setiap harinya memiliki risiko lebih rendah terkena 2 tipe diabetes, menurut beberapa penelitian.

3. Menjaga kesehatan hati

Kopi juga bisa meminimalkan risiko munculnya sirosis dan penyakit hati lainnya. Satu analisa dari sembilan penelitian menemukan bahwa kopi bisa menurunkan risiko kanker hari sebanyak 43%. Hal ini karena peran antioksidan dan kafein di dalamnya.

4. Meningkatkan kekuatan otak

Minum kopi secara teratur juga dapat membantu mengurangi risiko demensia dan Alzheimer, sama halnya seperti Parkinson. Antioksidan yang terkandung di dalam kopi menangkal kerusakan sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih maksimal sehingga otak bekerja lebih baik.

5. Membantu menghilangkan sakit kepala

Penelitian membuktikan, 200 miligram kafein dapat membantu menghilangkan sakit kepala, termasuk migrain. Walaupun begitu belum ada penelitian yang membuktikan bagaimana cara kafein menghilangkan sakit kepala, namun para peneliti meyakini bahwa kafein meningkatkan aktivitas sel otak yang mengakibatkan pembuluh darah di sekitarnya menegang.

“Penegangan pembuluh darah ini membantu menghilangkan tekanan yang mengakibatkan rasa sakit,” ujar Robert Shapiro, M.D., Ph.D., profesor saraf dan Director the Headache Clinic dari Universitas Vermont Medical School, seperti dikutip oleh laman Yahoo! Shine.

Namun, di balik kenikmatannya, kopi menyimpan efek negatif bagi mereka yang tidak mengetahui cara minum kopi yang baik. Minum kopi berlebihan bisa menimbulkan dampak buruk, antara lain, meningkatnya kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang akan membuat darah lebih pekat.

Selain itu, kopi akan sangat berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi, karena kafein dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba. Bagi wanita hamil, kopi dapat meningkatkan risiko kematian pada bayi. Kopi pun mengakibatkan tulang keropos. Bagi penderita maag, kopi adalah musuh besar yang harus dihindari karena kafein meningkatkan produksi asam lambung. Kopi pun membuat gelisah, insomnia, dan tremor (tangan bergetar).

Untuk dapat menghindari efek negatif pada kopi, pilih racikan kopi tanpa tambahan gula dan susu, serta mengurangi dosis kopi yang Anda minum setiap harinya. Selain itu, pilih juga jenis kopi yang tanpa kafein. Dan agar ‘racun’ dalam kopi bisa diminimalisasi, jangan lupa untuk selalu konsumsi 2 gelas air putih untuk setiap satu cangkir kopi yang Anda minum. (Vivanews.com)

Iklan

Minuman Berenergi Bahaya untuk Remaja

23 Feb

Minuman energi yang diiklankan akan menambah tenaga, konsentrasi, dan daya tahan tubuh ternyata bukan hanya memikat orang dewasa, melainkan juga anak-anak dan remaja. Padahal, untuk mereka, minuman energi bisa berbahaya.

Potensi bahaya terutama berasal dari tingginya jumlah kafein atau bahan-bahan lain yang serupa di dalam produk minuman berenergi. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatric menyebutkan efek samping minuman energi untuk anak dan remaja bisa berupa meningkatnya detak jantung, kejang, stroke, halusinasi, bahkan kematian.

Penelitian yang dilakukan tim dari sekolah kedokteran Universitas Miami ini menganalisis data yang berasal dari laporan pemerintah dan kelompok pemerhati, literatur ilmiah, laporan kasus, dan artikel di media.

Dakota Sailor (18), pelajar di SMA di Carl Junction, merupakan salah satu korban dari minuman energi. Ia mengalami kejang-kejang dan dirawat selama 5 hari di rumah sakit tahun 2010 setelah menenggak sebuah minuman energi. Menurut dokter, kafein atau bahan serupa kafein menjadi biang keladinya.

Pada minuman energi yang ada di pasaran, kandungan yang paling mendominasi adalah kafein dan taurine. Kandungan kafein dalam satu kaleng minuman ini bahkan lima kali lebih banyak dibanding dalam minuman soda. Padahal, tak sedikit para remaja yang mengonsumsi 4-5 kaleng minuman energi setiap hari.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan dalam minuman energi bisa meningkatkan efek kafein dan kerap menimbulkan efek samping mual dan diare. Karena itu, para peneliti menyarankan agar minuman energi juga dilarang untuk anak dan remaja, seperti halnya alkohol, obat resep, dan tembakau.

Sebelumnya, Food and Drug Administration Amerika mengeluarkan peringatan kepada para produsen minuman karena memasukkan alkohol dan kafein dalam produk mereka. Apalagi ada laporan campuran alkohol dan kafein bisa berbahaya.

Menanggapi penelitian tersebut, Maureen Storey, Wakil Presiden Senior American Bevarage Association mengatakan, informasi yang disampaikan dalam riset itu banyak yang keliru.

Ia mengatakan, banyak produk minuman energi yang kandungan kafeinnya lebih sedikit dari kopi yang dijual di gerai kopi. Lagi pula, menurutnya, kandungan kafein sudah tercantum di dalam label kemasan. “Kafein adalah kandungan yang aman. Namun, untuk mereka yang sensitif sebaiknya periksa label kemasan,” katanya.

Saat ini publik mengharapkan laporan penelitian yang dilakukan American Academy of Pediatrics mengenai studi klinis seputar keamanan minuman energi untuk anak dan remaja. (kompas.com)